Setapak Langkah – 22 Agustus 2026 | Pertamina mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dengan menekankan pengembangan panas bumi sebagai bagian strategi nasional. Pada ajang International Geothermal Congress and Exhibition (IIGCE) 2026, perusahaan energi milik negara ini menegaskan komitmen untuk memperluas jaringan pembangkit panas bumi guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Strategi ekspansi mencakup peningkatan kapasitas terpasang, investasi infrastruktur, serta kolaborasi dengan mitra domestik dan internasional. Target jangka pendek menargetkan penambahan 1.500 megawatt (MW) hingga akhir 2024, sementara pada tahun 2026 kapasitas diharapkan mencapai 3.000 MW. Visi jangka panjang menargetkan 5.000 MW pada tahun 2030.
| Tahun | Kapabilitas Geothermal (MW) |
|---|---|
| 2024 | 1.500 |
| 2026 | 3.000 |
| 2030 | 5.000 |
Pengembangan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon, serta menciptakan lapangan kerja baru di wilayah potensial seperti Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara. Pemerintah sekaligus Pertamina berencana memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan untuk mempercepat realisasi proyek.
Dengan memperkuat basis energi terbarukan, Pertamina menegaskan perannya dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional serta mencapai target bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025 yang ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).