Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Kasus kuota haji yang kembali mencuat pada awal 2024 melibatkan dugaan praktik korupsi dalam pengalokasian kuota haji oleh pejabat Kementerian Agama. Pada minggu ini kepolisian menambahkan dua tersangka baru yang diduga menjadi penghubung utama antara pelaku bisnis dan pejabat kementerian.
Dua nama yang kini masuk dalam daftar tersangka adalah Ismail Adham, yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), serta Asrul Azis Taba, ketua umum Asosiasi Kesthuri. Kedua individu ini diduga berperan dalam mengatur pembagian kuota haji secara tidak sah dan menyalurkan uang suap kepada pejabat Kemenag.
| Nama | Jabatan | Peran Dugaan |
|---|---|---|
| Ismail Adham | Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) | Mengatur alokasi kuota, menghubungkan calon jamaah dengan pejabat, serta menyiapkan dana suap |
| Asrul Azis Taba | Ketua Umum Asosiasi Kesthuri | Menggunakan jaringan asosiasi untuk menyalurkan uang ke pejabat, memfasilitasi penempatan kuota |
Setelah alokasi selesai, uang yang dibayarkan oleh calon jamaah disalurkan dalam bentuk transfer bank atau pembayaran tunai kepada pejabat yang berwenang. Total uang yang dilaporkan mengalir melalui kedua tersangka diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, termasuk pengumpulan bukti berupa rekaman telepon, dokumen transfer, dan saksi mata. Kementerian Agama sendiri telah menyatakan komitmen untuk menindak tegas semua pihak yang terlibat, sekaligus melakukan audit internal untuk menutup celah prosedural.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan korupsi di sektor keagamaan yang menimbulkan keresahan publik. Masyarakat menuntut transparansi dalam distribusi kuota haji, mengingat kuota tersebut merupakan sumber daya terbatas yang seharusnya dialokasikan secara adil.
Langkah selanjutnya yang diharapkan meliputi penyidikan lebih mendalam, pengajuan tuntutan pidana terhadap semua pelaku, serta reformasi regulasi pengelolaan kuota haji untuk mencegah praktik serupa di masa depan.