Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Bank Indonesia melaporkan bahwa laju penyerapan tenaga kerja di sektor usaha Indonesia mengalami perlambatan pada kuartal kedua tahun 2026. Penurunan ini sejalan dengan menurunnya aktivitas ekonomi di beberapa sektor utama.
Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan penyerapan tenaga kerja hanya mencapai 0,8 % dibandingkan 1,5 % pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan dalam industri manufaktur, perdagangan, serta jasa transportasi.
| Sektor | Penyerapan Tenaga Kerja (% perubahan kuartal) |
|---|---|
| Manufaktur | -0,4 |
| Perdagangan | -0,2 |
| Jasa Transportasi | -0,3 |
| Pertanian | +0,1 |
| Jasa Keuangan | +0,2 |
Meski sektor pertanian dan jasa keuangan masih mencatat peningkatan penyerapan, kontribusinya belum cukup untuk menutup penurunan di sektor lainnya. Bank Indonesia menilai bahwa faktor-faktor eksternal, termasuk ketidakpastian pasar global dan penurunan investasi, berperan signifikan dalam tren ini.
Bank Indonesia mengingatkan pentingnya kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas dan investasi di sektor riil untuk memacu kembali penciptaan lapangan kerja. Upaya memperkuat daya saing industri domestik serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM diharapkan dapat mengurangi tekanan pada pasar tenaga kerja.
Secara keseluruhan, perlambatan penyerapan tenaga kerja menandakan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, terutama dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.