Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kawasan Indonesia Timur berhasil mencapai total sebesar Rp 16,5 triliun, menandakan percepatan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Helvi Moraza, menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan agar lebih banyak UMKM dapat naik kelas, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Berikut rincian penyaluran KUR per provinsi di Indonesia Timur:
| Provinsi | Penyaluran (Rp triliun) |
|---|---|
| Maluku | 3,2 |
| Papua | 4,5 |
| NTT | 2,8 |
| NTB | 2,0 |
| Maluku Utara | 1,5 |
| Gorontalo | 0,5 |
Data di atas menunjukkan bahwa sebagian besar dana difokuskan pada Papua dan Maluku, wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun masih menghadapi tantangan infrastruktur.
Upaya memperluas bantuan KUR diarahkan pada langkah-langkah berikut:
- Memperkuat jaringan perbankan dan lembaga keuangan non‑bank di daerah terpencil.
- Memberikan pelatihan manajemen keuangan dan digitalisasi usaha bagi pemilik UMKM.
- Menjalin kemitraan dengan pemerintah provinsi untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
- Mengoptimalkan mekanisme penjaminan kredit agar proses pencairan lebih cepat.
Dengan strategi tersebut, diharapkan UMKM di Indonesia Timur tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan beralih ke kelas usaha yang lebih besar.
Helvi Moraza menutup dengan harapan bahwa pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha akan bersinergi untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang inklusif, sehingga UMKM di wilayah timur Indonesia dapat berperan lebih signifikan dalam perekonomian nasional.