Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan warganya di tengah ketidakpastian ekonomi global. Upaya ini dipaparkan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Jimmy, yang menekankan pentingnya program‑program terintegrasi untuk menstabilkan pendapatan rumah tangga.
Program utama yang diluncurkan
- Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) terfokus – menargetkan rumah tangga dengan pendapatan di bawah rata‑rata provinsi, dengan alokasi dana sebesar Rp 500 miliar untuk tahun anggaran ini.
- Pelatihan keterampilan kerja – menyasar pemuda dan pengangguran melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan lokal, dengan tujuan menciptakan 15.000 lapangan kerja baru.
- Peningkatan infrastruktur dasar – mempercepat pembangunan jalan desa, jaringan listrik, dan akses internet di wilayah terpencil.
Alokasi anggaran
| Program | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| BLT Terfokus | 500.000.000.000 |
| Pelatihan Keterampilan | 200.000.000.000 |
| Infrastruktur Dasar | 800.000.000.000 |
| Cadangan Kontinjensi | 100.000.000.000 |
Dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 1,6 triliun, pemerintah provinsi menekankan transparansi penggunaan dana melalui sistem monitoring berbasis digital. Setiap program akan dievaluasi tiap kuartal untuk memastikan pencapaian target dan penyesuaian strategi bila diperlukan.
Selain program domestik, Sulut juga memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan regional dan internasional untuk mengakses sumber pembiayaan yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat melindungi ekonomi daerah dari fluktuasi pasar global, khususnya pada sektor perikanan dan pertanian yang menjadi tulang punggung wilayah.
Jimmy menegaskan bahwa kesejahteraan warga tidak dapat dipisahkan dari stabilitas ekonomi makro. Oleh karena itu, kebijakan fiskal dan moneter daerah akan diselaraskan dengan kebijakan nasional, termasuk upaya pengendalian inflasi dan penyesuaian tarif listrik yang lebih adil.