Setapak Langkah – 08 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menegaskan komitmen kuatnya dalam menjamin pelaksanaan Pilkades 2026 yang bersih, adil, dan transparan. Melalui kolaborasi intensif dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Kuala serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat, pihak berwenang berupaya meminimalisir potensi gangguan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
Kerja sama ini mencakup beberapa bidang kunci, antara lain:
- Koordinasi logistik: Penyediaan alat pemungutan suara, kotak suara, serta perlengkapan pendukung lainnya disiapkan secara terpusat dan didistribusikan ke 25 desa yang menjadi wilayah pemilihan.
- Pelatihan petugas: KPU mengadakan serangkaian pelatihan bagi panitia desa, saksi, dan relawan Bawaslu untuk memastikan pemahaman yang seragam tentang prosedur pemungutan dan penghitungan suara.
- Pengawasan lapangan: Tim Bawaslu ditempatkan di setiap desa pada hari pemungutan untuk melakukan observasi, pencatatan pelanggaran, dan penegakan sanksi bila diperlukan.
- Komunikasi publik: Pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan media lokal untuk menyebarkan informasi penting, jadwal pemungutan, dan prosedur pengaduan masyarakat.
Selain langkah operasional, pemkab juga mengimplementasikan sistem pelaporan digital berbasis aplikasi seluler yang memungkinkan warga melaporkan dugaan pelanggaran secara real‑time. Data yang terkumpul akan diproses oleh Bawaslu dan KPU untuk ditindaklanjuti dalam waktu singkat.
Hasil evaluasi awal menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, dengan lebih dari 80 % warga terdaftar aktif dalam proses pemilihan. Tidak ada laporan signifikan mengenai kecurangan atau penyalahgunaan wewenang, menandakan bahwa sinergi antar lembaga berhasil menurunkan risiko intervensi.
Keberhasilan Pilkades Batola 2026 ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat tata kelola pemilu desa. Pemerintah Kabupaten menegaskan akan terus memantau dan memperbaiki mekanisme kolaboratif ini untuk pemilihan selanjutnya, guna memastikan demokrasi di level paling akar tetap kuat dan kredibel.