Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg di sektor rumah tangga. Kebijakan ini ditargetkan dapat menurunkan beban subsidi energi negara hingga 30 persen.
Berbeda dengan LPG yang disalurkan dalam tabung 3 kg, CNG disimpan dalam silinder bertekanan tinggi dan diisi ulang melalui jaringan pipa atau stasiun pengisian khusus. Karena harga gas alam mentah lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak, penggunaan CNG diperkirakan menghasilkan biaya per kilogram yang lebih ekonomis.
Menanggapi rencana tersebut, Menteri ESDM menyatakan, “Penggantian LPG dengan CNG merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan sumber energi domestik dan mengurangi ketergantungan pada subsidi bahan bakar yang mahal.”
Beberapa keuntungan utama CNG antara lain:
- Harga bahan bakar lebih stabil karena didasarkan pada pasar gas alam global.
- Emisi karbon yang lebih rendah, mendukung agenda dekarbonisasi.
- Pengisian ulang yang lebih cepat dibandingkan penggantian tabung LPG.
- Potensi penghematan subsidi hingga 30 % untuk pemerintah.
Tahapan implementasi yang direncanakan meliputi:
- Pembangunan jaringan pipa distribusi CNG di daerah‑daerah prioritas.
- Konversi peralatan dapur rumah tangga agar kompatibel dengan CNG.
- Pelatihan teknisi dan penyuluhan kepada konsumen.
- Penerapan skema subsidi transisi selama periode 2–3 tahun pertama.
Perbandingan biaya antara LPG 3 kg dan CNG per kilogram dapat dilihat pada tabel berikut:
| Jenis Bahan Bakar | Harga Ritel (per kg) | Subsidi Pemerintah | Biaya Akhir Konsumen |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg | Rp 35.000 | Rp 10.000 | Rp 25.000 |
| CNG | Rp 22.000 | Rp 4.000 | Rp 18.000 |
Dengan harga akhir yang lebih rendah, konsumen diharapkan dapat merasakan penurunan beban pengeluaran rumah tangga, sementara pemerintah mengurangi alokasi subsidi energi. Pemerintah berkomitmen untuk meluncurkan pilot project di beberapa provinsi pada akhir tahun ini, dengan target penyebaran nasional dalam lima tahun ke depan.