Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.
Berbagai langkah strategis telah dirancang untuk menutup celah dalam pelaksanaan, memperbaiki mekanisme distribusi, serta memastikan transparansi penggunaan anggaran. Berikut rangkaian kebijakan utama yang akan diimplementasikan:
- Peningkatan koordinasi lintas sektoral antara kementerian terkait, pemerintah daerah, dan lembaga non‑pemerintah untuk sinkronisasi program.
- Penerapan sistem monitoring digital yang memungkinkan pelaporan real‑time dari titik distribusi MBK (Makan Bergizi Kantor) hingga ke lapangan.
- Audit keuangan berkala oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghindari penyalahgunaan dana.
- Pelatihan bagi petugas pelaksana mengenai standar gizi, prosedur distribusi, dan pengelolaan stok makanan.
- Penguatan peran masyarakat melalui forum warga yang dapat memberikan umpan balik serta mengawasi pelaksanaan di tingkat lokal.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan alokasi anggaran MBG sebesar 15% pada tahun anggaran berikutnya, dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi tinggi serta peningkatan kualitas logistik. Diharapkan, langkah ini dapat menurunkan tingkat stunting dan meningkatkan indeks massa tubuh (IMT) anak-anak di daerah rawan gizi.
Implementasi kebijakan tersebut akan dievaluasi secara periodik, dengan laporan hasil evaluasi dibuka untuk publik guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.