Setapak Langkah – 25 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pasokan beras premium akan tetap mencukupi bagi konsumen di seluruh wilayah negara. Melalui program intervensi pasar, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kesejahteraan petani.
Program intervensi yang dijalankan meliputi beberapa langkah utama, antara lain:
- Peningkatan stok cadangan beras premium di gudang-gudang pemerintah.
- Pengaturan harga eceran maksimal untuk menjaga daya beli konsumen.
- Pembelian beras langsung dari petani dengan harga yang kompetitif.
- Distribusi beras ke daerah rawan kekurangan melalui mekanisme logistik terpadu.
Selain itu, kementerian terkait melakukan pemantauan rutin terhadap produksi, impor, dan distribusi beras premium. Data real‑time diintegrasikan ke dalam sistem informasi pasar pangan, sehingga keputusan kebijakan dapat diambil secara cepat dan tepat.
Berikut rangkuman target dan realisasi stok beras premium pada kuartal terakhir:
| Parameter | Target (ton) | Realisasi (ton) |
|---|---|---|
| Stok cadangan nasional | 7.000.000 | 6.850.000 |
| Import beras premium | 500.000 | 480.000 |
| Distribusi ke daerah rentan | 1.200.000 | 1.210.000 |
Dengan pencapaian tersebut, pemerintah optimis bahwa tidak akan terjadi kelangkaan beras premium selama periode mendatang. Upaya ini juga diharapkan dapat menstimulasi produksi lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.
Pengawasan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar program intervensi tetap efektif. Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi petani, pedagang, dan lembaga keuangan, untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasar beras premium.