Setapak Langkah – 20 Agustus 2026 | Bank Indonesia mencatat bahwa total transaksi pembayaran digital mencapai 5,5 miliar pada Juli 2026, menandakan lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong terutama oleh peningkatan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang melonjak 82,42 persen, serta layanan transfer cepat BI-FAST yang juga menunjukkan kenaikan tajam.
Berikut ringkasan data utama yang dilaporkan:
| Indikator | Jumlah / Persen |
|---|---|
| Total transaksi digital | 5,5 miliar transaksi (Juli 2026) |
| Pertumbuhan QRIS | +82,42 % |
| Pertumbuhan BI‑FAST | Naik signifikan (data spesifik belum dipublikasikan) |
QRIS telah menjadi kanal utama bagi pedagang kecil hingga menengah karena kemudahan integrasi dan biaya yang kompetitif. Sementara itu, BI‑FAST mempercepat proses transfer antar bank dalam hitungan detik, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap ekosistem pembayaran non‑tunai.
Para pakar ekonomi menilai bahwa tren ini memperkuat arah digitalisasi ekonomi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan membuka peluang bagi inovasi fintech lebih lanjut.
Bank Indonesia menargetkan peningkatan volume transaksi digital hingga 7 miliar pada akhir 2027, dengan harapan QRIS dan layanan serupa dapat menambah nilai inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.