Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Paviliun Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung seni internasional dengan menampilkan pameran bertajuk “Printing the Unprinted” pada ajang Venice Biennale Arte 2026. Pameran ini menampilkan karya tujuh seniman Indonesia yang mengangkat tema pencetakan ide-ide yang belum terwujud, sekaligus menyoroti proses kreatif yang menggabungkan teknik tradisional dan digital.
Kurator pameran, Yulianto Mahardika, menjelaskan bahwa konsep “Printing the Unprinted” berupaya mengekspresikan aspirasi yang belum terwujud dalam bentuk visual, mengajak penonton menelusuri batas antara imajinasi dan realitas. Setiap karya dipilih karena mampu mengkomunikasikan narasi unik sekaligus menampilkan inovasi teknis.
- Raden Hartono – instalasi multimedia yang memanfaatkan printer 3D untuk mencetak objek-objek budaya yang terancam punah.
- Siti Nurhaliza – serangkaian foto cetak berukuran besar yang menampilkan pola tradisional batik yang diinterpretasikan secara kontemporer.
- Adi Putra – lukisan akrilik dengan teknik stensil yang menggabungkan teks bahasa Indonesia dan bahasa Italia.
- Wulan Sari – karya video looping yang menelusuri proses pencetakan manuskrip kuno di perpustakaan lama.
- Bayu Santoso – patung kecil dari bahan daur ulang yang dicetak menggunakan printer laser.
- Dewi Lestari – instalasi interaktif yang mengundang pengunjung mencetak pesan pribadi pada kanvas digital.
- Andi Pratama – karya grafiti digital yang diubah menjadi cetakan limited edition.
Paviliun ini terletak di area Giardini, dengan desain arsitektur yang menggabungkan elemen tradisional Indonesia, seperti atap joglo, dan material modern yang transparan. Penataan interior memungkinkan aliran cahaya alami menyoroti setiap karya, menciptakan atmosfer yang mendukung refleksi penonton.
Kehadiran Paviliun Indonesia tidak hanya menambah keragaman artistik dalam Biennale, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem seni global. Diharapkan, pameran ini akan membuka peluang kolaborasi lintas negara serta meningkatkan apresiasi internasional terhadap warisan budaya dan inovasi kreatif Indonesia.