Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Norman Ginting, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia. Dalam pernyataannya, Ginting menekankan bahwa upaya ini menjadi prioritas utama demi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan kemandirian energi nasional.
Beberapa langkah strategis yang akan digencarkan meliputi peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa. Pemerintah berencana memperluas jaringan transmisi untuk mengakomodasi aliran energi terbarukan, serta memberikan insentif fiskal bagi investor yang berkontribusi pada sektor ini.
Ginting juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan lembaga riset dalam mengembangkan teknologi energi bersih. Program pelatihan tenaga kerja yang terampil di bidang energi terbarukan akan menjadi bagian integral dari agenda tersebut.
Berikut rangkaian inisiatif utama yang akan diprioritaskan:
- Peningkatan target kapasitas terbarukan menjadi 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.
- Pengembangan zona energi terbarukan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi, seperti Sulawesi Selatan untuk tenaga angin dan Jawa Barat untuk tenaga surya.
- Penerapan mekanisme feed-in tariff yang lebih kompetitif untuk mendorong investasi swasta.
- Penguatan regulasi yang mempermudah perizinan pembangunan proyek energi bersih.
- Penelitian dan pengembangan teknologi penyimpanan energi (battery storage) untuk meningkatkan stabilitas jaringan listrik.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pengurangan emisi karbon serta meningkatkan ketahanan energi nasional. Ginting menutup dengan optimisme bahwa sinergi semua pemangku kepentingan akan mempercepat realisasi agenda transisi energi bersih.