Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Sutrimo, mantan pejabat yang sempat menjabat di lingkungan pemerintahan, dilaporkan meninggal pada tanggal … di Rumah Sakit Taman Puring, Jakarta. Meskipun penyebab resmi masih ditetapkan sebagai penyebab alami, sejumlah saksi mata mengemukakan fakta yang menimbulkan pertanyaan baru.
Pengakuan saksi tentang dua sosok misterius
Seorang petugas kebersihan yang bekerja di lantai ICU mengungkapkan bahwa setelah tim medis selesai melakukan prosedur awal, muncul dua orang yang tidak dikenal yang langsung mengambil alih penanganan jenazah. Kedua sosok tersebut tidak memakai seragam rumah sakit, namun tampak mengenakan pakaian gelap dan menggunakan sarung tangan sekali pakai.
Langkah penyelidikan kepolisian
Polisi Metro Jakarta segera membentuk tim khusus untuk menelusuri kematian Sutrimo. Fokus utama penyelidikan meliputi:
- Pemeriksaan rekam medis lengkap Sutrimo, termasuk catatan laboratorium, hasil radiologi, dan kronologi perawatan.
- Pengumpulan dan analisis rekaman CCTV dari area masuk rumah sakit, koridor ICU, dan area parkir sekitar pukul 08.00–12.00 WIB pada hari kejadian.
- Wawancara saksi tambahan, termasuk dokter, perawat, dan staf keamanan yang berada di lokasi.
- Verifikasi identitas dua orang yang diklaim mengurus jenazah melalui data keamanan rumah sakit.
Data awal yang terungkap
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 07:45 WIB | Sutrimo dibawa ke RS Taman Puring oleh tim ambulans |
| 08:30 WIB | Tim medis memulai penanganan awal di ruang gawat darurat |
| 09:15 WIB | Dua sosok tidak dikenal muncul dan mengambil alih jenazah |
| 09:30 WIB | Polisi menerima laporan dari saksi internal rumah sakit |
Hasil sementara menunjukkan bahwa rekam medis tidak memuat catatan tentang intervensi eksternal setelah kematian. Namun, rekaman CCTV masih dalam proses dekode, dan petugas berharap dapat mengidentifikasi wajah atau pakaian yang dikenakan oleh dua individu tersebut.
Tanggapan pihak rumah sakit
Manajemen RS Taman Puring menyatakan bahwa prosedur standar penanganan jenazah akan diikuti oleh petugas berwenang, dan mereka telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Rumah sakit juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan internal yang mengizinkan pihak luar mengakses ruang jenazah tanpa otorisasi.
Kasus ini menambah deretan misteri seputar kematian Sutrimo dan menimbulkan spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu. Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan temuan final, dan penyelidikan masih berlangsung.