Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan program distribusi benih unggul secara gratis untuk mendukung pengembangan sekitar 870 ribu hektare lahan perkebunan di seluruh negeri. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, menurunkan biaya produksi petani, dan memperkuat ketahanan pangan.
Benih yang akan disediakan meliputi varietas unggul untuk komoditas utama seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, serta tanaman pangan strategis seperti jagung, kedelai, dan padi. Setiap jenis benih dipilih berdasarkan adaptasi iklim, tahan terhadap hama, dan potensi hasil tinggi.
- Kelapa sawit: varietas tinggi produktivitas dan tahan laju penyakit.
- Karet: bibit dengan akar kuat untuk meningkatkan produksi getah.
- Kopi dan kakao: varietas aromatik yang cocok untuk ketinggian tertentu.
- Tanaman pangan: benih padi dan jagung yang memiliki siklus tanam singkat.
Program ini akan dilaksanakan melalui jaringan penyuluhan pertanian di provinsi, kabupaten, dan kecamatan. Petani yang terdaftar akan menerima paket benih secara langsung tanpa biaya, disertai pelatihan teknik penanaman dan pemeliharaan yang tepat.
Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan sumber dana berasal dari APBN serta dukungan lembaga keuangan mikro. Pemerintah menargetkan bahwa dalam tiga tahun pertama, produktivitas lahan perkebunan akan meningkat setidaknya 15 persen, yang diharapkan dapat menambah pendapatan petani secara signifikan.
Implementasi akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan, dengan prioritas pada daerah yang memiliki potensi lahan belum optimal. Monitoring dan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan distribusi benih tepat sasaran dan dampak ekonomi yang diharapkan tercapai.