Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan rencana penyediaan tujuh ribu unit pompa air guna mengurangi dampak kekeringan yang melanda wilayah Jawa Tengah. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi petani yang terdampak penurunan curah hujan dan menurunnya debit sungai.
Rincian program mencakup distribusi pompa air ke tiga puluh lima kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang paling terdampak. Setiap pompa diperkirakan dapat menyuplai air sebesar 3.000 hingga 5.000 meter kubik per hari, tergantung pada kapasitas dan kondisi lapangan.
Berikut adalah tahapan pelaksanaan program:
- Identifikasi lahan pertanian yang membutuhkan bantuan air melalui survei lapangan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.
- Pengadaan pompa air dengan standar efisiensi energi tinggi, diproduksi oleh produsen dalam negeri.
- Penyuluhan teknis kepada petani tentang cara operasional dan perawatan pompa.
- Pemasangan pompa di lokasi yang telah ditetapkan dan pemantauan pasca‑penyediaan selama enam bulan pertama.
Anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 850 miliar, yang sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran ini. Pemerintah berharap dengan bantuan ini, produksi padi dan komoditas lain di Jawa Tengah dapat pulih dan mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat gagal panen.
Selain pompa air, Kementerian Pertanian juga menyiapkan paket bantuan tambahan berupa pupuk bersubsidi dan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas lahan yang telah terhidrasi kembali.
Implementasi program diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2026, dengan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas dan dampaknya terhadap ketahanan pangan regional.