Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyatakan harapannya agar Rumah Sakit Umum (RSU) milik Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dapat bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang ramah bagi perempuan dan anak. Dalam kunjungan ke Gedung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di RSU tersebut, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung kebutuhan khusus wanita, mulai dari layanan kebidanan hingga ruang laktasi yang aman.
Arifah menegaskan bahwa rumah sakit harus menyediakan layanan terintegrasi yang memudahkan akses perempuan, termasuk pemeriksaan rutin, layanan kontrasepsi, serta penanganan kasus kekerasan berbasis gender. Ia juga mengajak pihak pengelola RSU untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis wanita, memperluas jam operasional unit gawat darurat khusus ibu dan anak, serta memastikan adanya ruang privasi yang memadai.
Beberapa langkah konkret yang diharapkan antara lain:
- Peningkatan jumlah dokter dan perawat perempuan di setiap departemen.
- Penyediaan ruang bersalin yang dilengkapi dengan fasilitas laktasi dan pendampingan pasca persalinan.
- Implementasi prosedur standar penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
- Pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi bagi masyarakat sekitar.
RSU Muslimat NU, yang terletak di kompleks Gedung Gus Dur, diharapkan menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia untuk mengadopsi standar layanan yang lebih sensitif gender. Dengan dukungan kebijakan dan alokasi anggaran yang tepat, Arifah optimis bahwa visi rumah sakit ramah perempuan dan anak dapat terwujud dalam waktu dekat.