Setapak Langkah – 07 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sekitar 3,5 juta ton crude palm oil (CPO) untuk mendukung pelaksanaan mandat B50 yang dijadwalkan mulai 1 Juli.
Mandat B50 mengharuskan setiap liter bahan bakar minyak (BBM) yang beredar mengandung 50% biodiesel, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Pemerintah menargetkan pencapaian 23,5 juta liter biodiesel per hari pada tahun 2025, dan alokasi CPO ini menjadi bagian penting dalam upaya mencapai angka tersebut.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait kebijakan ini:
- Jumlah CPO yang dialokasikan: 3,5 juta ton per tahun.
- Target produksi biodiesel: 23,5 juta liter per hari pada 2025.
- Tanggal efektif mandat B50: 1 Juli 2024.
- Tujuan: mengurangi impor minyak nabati, meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit, dan menurunkan emisi karbon.
Alokasi CPO diharapkan dapat menstabilkan pasokan bahan baku bagi pabrik biodiesel domestik, sekaligus menekan fluktuasi harga CPO di pasar internasional. Menteri Andi Amran menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau implementasi B50 dan memberikan dukungan teknis serta kebijakan fiskal bagi pelaku industri.
Berikut rangkuman data alokasi CPO dan target B50:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| CPO yang dialokasikan | 3,5 juta ton/tahun |
| Mandat B50 mulai | 1 Juli 2024 |
| Target produksi biodiesel | 23,5 juta liter/hari (2025) |
| Persentase biodiesel dalam BBM | 50% |
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dorongan bagi sektor agribisnis, khususnya industri kelapa sawit, untuk berperan lebih signifikan dalam transisi energi bersih.