Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Jajaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dari seluruh negara anggota ASEAN berhasil mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan yang berlangsung di Bali. Deklarasi Bali yang ditandatangani mencakup enam poin utama yang bertujuan memperkuat kolaborasi dalam bidang olahraga dan pemberdayaan pemuda di kawasan.
Enam poin utama dalam Deklarasi Bali meliputi:
- Peningkatan pertukaran program pelatihan atlet muda antarnegara ASEAN.
- Pengembangan infrastruktur olahraga yang ramah lingkungan dan inklusif.
- Pembentukan jaringan kepemudaan regional untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan olahraga.
- Peningkatan kapasitas teknis dan manajerial melalui workshop dan seminar bersama.
- Pendorong kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dalam olahraga.
- Penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk menilai dampak program.
Para menpora menekankan pentingnya sinergi lintas batas untuk menciptakan generasi atlet yang kompetitif secara internasional sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara pemuda ASEAN. Mereka juga menyatakan komitmen untuk melibatkan sektor swasta, organisasi non‑pemerintah, serta lembaga pendidikan dalam pelaksanaan program‑program yang telah disepakati.
Selain fokus pada kompetisi, deklarasi ini menekankan nilai pendidikan olahraga sebagai alat pembentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan. Diharapkan, melalui implementasi poin‑poin tersebut, tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan olahraga akan meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat identitas regional ASEAN.
Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi negara‑negara anggota untuk memperkuat kerja sama dalam bidang kebudayaan dan pariwisata olahraga, mengingat potensi besar yang dimiliki kawasan dalam menyelenggarakan event internasional. Dengan dukungan kebijakan yang terintegrasi, ASEAN berpotensi menjadi pusat unggulan dalam pengembangan olahraga dan kepemudaan di Asia Tenggara.