Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Bau khas kandang ternak langsung tercium begitu kaki melangkah memasuki Pasar Ternak Padalarang di Jalan Raya. Pasar ini menjadi pusat transaksi hewan kurban bagi warga Bandung Barat menjelang Idul Adha, sekaligus sumber penghidupan bagi ribuan pedagang dan peternak lokal.
Peran Ekonomi Pasar Ternak Padalarang
Pasar ini tidak hanya menyediakan domba, kambing, dan sapi, tetapi juga menyumbang pendapatan signifikan bagi daerah. Menurut data Dinas Peternakan setempat, pada periode Ramadan‑Idul Adha tahun lalu penjualan mencapai sekitar 12.000 ekor hewan, menghasilkan nilai transaksi lebih dari Rp 150 miliar.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga
- Kualitas dan jenis hewan: Domba jenis lokal biasanya lebih murah dibandingkan domba impor.
- Musim dan cuaca: Curah hujan tinggi dapat menurunkan pasokan pakan, sehingga harga naik.
- Kebijakan pemerintah: Penetapan harga minimum dan subsidi pakan berpengaruh langsung pada margin penjual.
Data Harga Rata‑Rata (April‑Mei 2024)
| Jenis Hewan | Harga Minimum (Rp) | Harga Rata‑Rata (Rp) | Harga Maksimum (Rp) |
|---|---|---|---|
| Domba Lokal | 5.000.000 | 6.200.000 | 7.500.000 |
| Domba Impor | 7.000.000 | 8.800.000 | 10.500.000 |
| Kambing Lokal | 4.500.000 | 5.700.000 | 6.800.000 |
| Sapi | 15.000.000 | 18.200.000 | 22.000.000 |
Upaya Pemerintah dan Stakeholder
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah melakukan beberapa langkah untuk menjaga kestabilan ekonomi pasar:
- Penetapan standar kesehatan hewan untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Penyediaan fasilitas kebersihan dan pendingin untuk menjaga kualitas hewan.
- Pelatihan manajemen usaha bagi pedagang kecil agar dapat mengoptimalkan margin keuntungan.
Selain itu, asosiasi peternak bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk memberikan kredit modal usaha dengan bunga ringan, sehingga peternak dapat meningkatkan kualitas ternak secara berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, dukungan finansial, dan peningkatan kualitas peternakan, pasar ternak Padalarang diharapkan tetap menjadi motor penggerak ekonomi lokal menjelang Idul Adha berikutnya. Keberlanjutan usaha ini tidak hanya menyejahterakan peternak, tetapi juga memberikan pilihan hewan kurban yang layak bagi masyarakat.