Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Raja Juli, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut), menegaskan pentingnya mengintegrasikan teknologi drone dalam upaya pengawasan hutan di seluruh Indonesia. Menurutnya, drone dapat mendeteksi hotspot kebakaran, aktivitas penebangan liar, serta tambang ilegal secara lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.
Beberapa keunggulan utama pemanfaatan drone antara lain:
- Deteksi dini titik panas (hotspot) kebakaran hutan melalui sensor termal.
- Pengamatan real‑time pada area yang sulit dijangkau, seperti lereng curam dan hutan lebat.
- Identifikasi pola penebangan dan penambangan ilegal dengan citra resolusi tinggi.
- Pengurangan biaya operasional dibandingkan patroli darat atau udara tradisional.
Raja Juli menginstruksikan kementerian untuk menyusun roadmap implementasi drone yang mencakup pelatihan sumber daya manusia, standar operasional, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum. Ia juga menekankan perlunya kerja sama dengan perusahaan teknologi dan institusi riset untuk mengembangkan algoritma analisis data yang dapat mengubah citra drone menjadi informasi keputusan yang dapat ditindaklanjuti.
Langkah konkret yang direncanakan meliputi:
- Pembelian dan distribusi unit drone berteknologi tinggi ke provinsi dengan tingkat deforestasi tertinggi.
- Pembentukan tim ahli pengolahan data geospasial di setiap wilayah.
- Penerapan sistem pelaporan berbasis aplikasi yang menghubungkan hasil pemantauan drone dengan pihak berwenang secara real‑time.
Penggunaan drone diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya hutan. Dengan deteksi yang lebih cepat, respons penanggulangan kebakaran dan tindakan hukum terhadap pelaku illegal logging dapat dilakukan lebih efektif.
Raja Juli menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, untuk berpartisipasi aktif dalam pelaporan temuan melalui platform digital yang telah disiapkan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia untuk generasi mendatang.