Setapak Langkah – 23 Agustus 2026 | Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli, melakukan pemantauan langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi Kalimantan Selatan setelah tercatat peningkatan tajam titik panas (hotspot). Data terbaru menunjukkan peningkatan menjadi 44 titik hotspot, naik signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan tambahan helikopter water bombing yang sebelumnya beroperasi di provinsi Riau. Helikopter ini dibekali dengan kapasitas penyemprotan air hingga beberapa ribu liter per menit, sehingga dapat menjangkau area kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Strategi pemadaman yang diadopsi mencakup kombinasi antara penurunan titik panas secara aerial dan penanganan intensif dari tim pemadam kebakaran lokal. Selain penggunaan air, bahan kimia pemadam api juga disiapkan untuk menghambat penyebaran api pada vegetasi kering.
| Hari | Jumlah Hotspot |
|---|---|
| Senin | 30 |
| Selasa | 44 |
Peningkatan titik panas ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor antara Menhut, BNPB, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota setempat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, melaporkan dugaan kebakaran secara cepat, serta mendukung program pencegahan seperti pengawasan lahan pertanian dan penegakan hukum terhadap pembakaran liar.