Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah satuan pendidikan. Menanggapi situasi darurat tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memberikan prioritas khusus dalam program revitalisasi sekolah yang terdampak.
Berikut langkah-langkah utama yang direncanakan oleh kementerian:
- Inventarisasi cepat: Tim teknis akan melakukan survei lapangan dalam waktu tiga hari kerja untuk menilai tingkat kerusakan pada bangunan, fasilitas belajar, dan infrastruktur pendukung.
- Pembiayaan khusus: Alokasi dana darurat sebesar Rp 500 miliar telah disiapkan, dengan mekanisme pencairan yang dipercepat melalui Dinas Pendidikan Provinsi NTT.
- Kolaborasi lintas sektor: Kementerian akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta lembaga donor untuk mempercepat proses perbaikan.
- Prioritas pemulihan: Sekolah yang mengalami kerusakan struktural berat akan menjadi fokus pertama, diikuti oleh sekolah dengan kerusakan ringan namun mengganggu proses belajar mengajar.
- Monitoring berkelanjutan: Sistem pelaporan daring akan diterapkan untuk memantau progres revitalisasi, memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana.
Target awal kementerian adalah menyelesaikan perbaikan dasar—seperti atap, dinding, dan kelistrikan—pada 70 persen sekolah dalam tiga bulan pertama. Sementara itu, upaya peningkatan fasilitas penunjang, termasuk laboratorium dan ruang perpustakaan, akan dilanjutkan dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun.
Selain aspek fisik, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya pemulihan kualitas pembelajaran. Program bantuan belajar intensif, pelatihan guru, dan penyediaan materi ajar digital akan diselaraskan dengan proses renovasi bangunan.
Dengan langkah terkoordinasi ini, diharapkan anak-anak di wilayah terdampak dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman, serta mengurangi dampak jangka panjang pada pendidikan di NTT.