Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta IAHN Mpu Kuturan di Singaraja, Bali, berhasil memenangi kompetisi sayembara penamaan titik nol kota Singaraja. Kompetisi ini diselenggarakan oleh pihak berwenang setempat untuk menetapkan nama resmi bagi titik geografis yang menjadi acuan utama dalam penentuan koordinat dan navigasi di wilayah tersebut.
Tim yang dipimpin oleh Kadek Dika bersama rekan-rekannya mengusulkan nama yang mencerminkan nilai historis serta kebudayaan lokal. Usulan mereka menonjolkan kearifan tradisional Bali dan relevansi geografis, sehingga mendapatkan dukungan mayoritas dari juri yang terdiri atas para ahli sejarah, geografi, serta perwakilan pemerintah daerah.
Berikut rangkuman proses dan hasil sayembara:
- Tujuan sayembara: Menetapkan nama resmi titik nol Singaraja yang akan menjadi referensi dalam pembuatan peta, sistem transportasi, dan pengembangan pariwisata.
- Peserta: Lebih dari 30 tim dari berbagai institusi pendidikan dan komunitas budaya di Bali.
- Kriteria penilaian: Keaslian, relevansi budaya, kemudahan pengucapan, dan kesesuaian dengan identitas lokal.
- Usulan pemenang: “Titik Nol Mpu Kuturan” yang mencerminkan warisan tokoh sejarah Mpu Kuturan serta menegaskan posisi Singaraja sebagai pusat kebudayaan Hindu di Bali.
- Penghargaan: Sertifikat penghargaan, hadiah uang tunai, dan kesempatan untuk mempresentasikan usulan pada pertemuan resmi pemerintah daerah.
Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan peran aktif mahasiswa dalam pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kontribusi konkret bagi penguatan identitas geografis Singaraja. Nama yang terpilih diharapkan akan tercantum pada peta resmi, papan penunjuk, serta materi promosi pariwisata, sehingga memperkuat citra kota sebagai destinasi yang menggabungkan nilai sejarah dan modernitas.
Keberhasilan tim mahasiswa Mpu Kuturan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih terlibat dalam kegiatan kebudayaan dan pembangunan wilayah. Pihak kampus dan lembaga terkait berencana mengadakan workshop lanjutan untuk memanfaatkan nama titik nol tersebut dalam program edukasi, pelatihan komunikasi publik, serta promosi wisata religi di Singaraja.