Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Harga telur ayam belakangan ini mengalami peningkatan signifikan yang dirasakan secara langsung oleh peternak serta konsumen akhir. Kenaikan tersebut dipicu oleh fluktuasi pasokan pakan, biaya produksi, serta dinamika permintaan pasar.
Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, menyampaikan dukungan kuatnya terhadap upaya Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi. Dermawan menilai kebijakan stabilisasi harga telur sebagai langkah strategis untuk melindungi pendapatan peternak kecil dan menekan inflasi pangan.
Menteri Andi mengusulkan serangkaian mekanisme, antara lain:
- Penguatan jaringan distribusi regional melalui BPN dan Dinas Pertanian setempat.
- Penetapan harga acuan yang mengacu pada biaya produksi rata‑rata peternak.
- Pemberian subsidi pakan dan insentif pajak bagi peternak yang memenuhi standar kualitas.
- Pemantauan harga secara real‑time menggunakan sistem digital untuk mencegah praktik spekulasi.
Jika diterapkan, kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan tekanan harga pada tingkat konsumen, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Stabilitas harga telur juga berpotensi menstabilkan biaya produksi produk olahan seperti mie, kue, dan makanan siap saji.
Dermawan menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan asosiasi peternak. Ia mengajak semua pihak untuk terus memantau pelaksanaan kebijakan, melakukan evaluasi berkala, serta menyesuaikan langkah strategis bila diperlukan.