Setapak Langkah – 22 Agustus 2026 | Bandar Udara APT Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, terus melayani penerbangan komersial tanpa gangguan meski sebagian wilayah Kalimantan tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan kabut asap tebal.
Pihak pengelola bandara bersama otoritas penerbangan mengawasi kualitas udara secara real‑time. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel (PM2,5) di sekitar bandara berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan, sehingga tidak ada pembatasan take‑off atau landing.
Berikut langkah‑langkah utama yang diterapkan untuk memastikan keselamatan penerbangan:
- Pengukuran kualitas udara menggunakan sensor otomatis setiap 15 menit.
- Koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk prediksi pergerakan asap.
- Penerapan prosedur pembersihan runway secara berkala untuk menghindari akumulasi debu.
- Briefing rutin bagi pilot dan awak kabin mengenai kondisi visual dan prosedur darurat.
Maskapai yang beroperasi di APT Pranoto melaporkan bahwa jadwal penerbangan tetap berjalan sesuai rencana, dengan sedikit penyesuaian pada jam keberangkatan bila diperlukan. Penumpang yang terdaftar pada penerbangan hari ini dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus khawatir akan penundaan yang signifikan.
Di sisi lain, daerah lain di Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, masih mengalami gangguan operasional karena asap tebal yang menurunkan visibilitas di beberapa bandara regional. Pemerintah provinsi setempat tengah berupaya mempercepat pemadaman dan rehabilitasi lahan yang terdampak.
Keberlangsungan layanan penerbangan di Samarinda memberikan efek positif bagi perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata dan perdagangan yang sangat bergantung pada mobilitas udara. Dengan bandara tetap berfungsi, aliran barang dan wisatawan tidak terhambat, membantu mengurangi dampak ekonomi yang biasanya muncul akibat kebakaran hutan.