Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Mahasiswa Program Studi Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Kita, sebuah fasilitas pertanian berkelanjutan yang terletak di Malaysia. Kunjungan ini bertujuan memahami penerapan sistem pertanian zero waste yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan sayuran hidroponik organik.
Model Pertanian RAS di Kebun Kita
Model yang diterapkan di Kebun Kita menggunakan prinsip Recirculating Aquaculture System (RAS). Dalam sistem tertutup ini, air yang mengalir melalui kolam lele diperkaya dengan nutrisi alami, kemudian dialirkan ke rak hidroponik untuk menumbuhkan sayuran. Setelah menyerap nutrisi, air kembali ke kolam lele, menciptakan siklus yang hampir tanpa limbah.
- Budidaya ikan lele: Lele dibudidayakan dalam kolam berkapasitas menengah dengan pakan organik, menghasilkan protein tinggi dan limbah yang kaya nutrisi.
- Hidroponik organik: Sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung ditanam dalam media inert menggunakan nutrisi yang berasal dari air kolam lele.
- Siklus tertutup: Air dipompa secara terus-menerus, difilter, dan dikontrol kualitasnya sehingga kebutuhan air eksternal diminimalkan.
- Zero waste: Semua limbah organik diolah kembali menjadi pupuk atau bahan baku produksi lain, mengurangi dampak lingkungan.
Pengalaman Mahasiswa ITS
Selama kunjungan, mahasiswa berkesempatan mengamati langsung proses pengelolaan air, teknik pemeliharaan ikan, serta teknik penanaman hidroponik. Mereka juga berpartisipasi dalam sesi tanya‑jawab dengan tim manajemen Kebun Kita, membahas tantangan teknis seperti kontrol kualitas air dan optimasi produksi.
Manfaat dan Prospek
Implementasi RAS di Kebun Kita menawarkan beberapa keuntungan strategis:
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Penggunaan air | Pengurangan hingga 90% dibandingkan pertanian konvensional |
| Limbah | Terintegrasi sebagai nutrisi, mengurangi pencemaran |
| Produksi pangan | Gabungan protein (ikan) dan sayuran segar dalam satu lokasi |
| Keberlanjutan | Mendukung tujuan zero waste dan ketahanan pangan |
Mahasiswa Biologi ITS menilai kunjungan ini sebagai inspirasi untuk mengembangkan proyek serupa di Indonesia, terutama pada kampus dan komunitas pertanian lokal. Mereka berencana menyusun proposal penelitian yang mengadaptasi model RAS dengan kondisi iklim tropis Indonesia.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan, model Kebun Kita dapat menjadi contoh nyata bagi institusi pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mengimplementasikan pertanian berkelanjutan yang efisien dan minim limbah.