Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Asbanda, sebuah perusahaan keamanan siber terkemuka, untuk melindungi seluruh jaringan bank daerah di Indonesia dari ancaman siber yang semakin kompleks.
Seiring dengan pertumbuhan digitalisasi layanan perbankan, risiko serangan siber seperti malware, ransomware, dan phishing mengalami peningkatan signifikan. BSSN dan Asbanda berkomitmen mengimplementasikan rangkaian langkah proaktif guna menanggulangi ancaman tersebut.
Berikut langkah-langkah utama yang direncanakan dalam kerja sama ini:
- Monitoring berkelanjutan terhadap jaringan dan sistem bank daerah menggunakan sensor deteksi ancaman berbasis AI.
- Audit keamanan periodik untuk mengidentifikasi kerentanan pada infrastruktur TI.
- Pengembangan prosedur tanggap darurat yang terintegrasi, termasuk tim respon cepat dan simulasi serangan.
- Penyuluhan dan pelatihan keamanan siber bagi staf bank, menekankan praktik kebersihan digital dan mitigasi risiko manusia.
- Implementasi solusi enkripsi data end‑to‑end serta manajemen identitas yang kuat.
Berikut rangkuman jenis ancaman siber utama yang dihadapi bank daerah beserta strategi mitigasinya:
| Jenis Ancaman | Strategi Mitigasi |
|---|---|
| Malware dan Ransomware | Penerapan sistem deteksi intrusi, pembaruan patch rutin, dan backup data offline. |
| Phishing dan Social Engineering | Pelatihan kesadaran karyawan, filter email pintar, dan otentikasi multi‑faktor. |
| Serangan DDoS | Penggunaan layanan mitigasi DDoS berbasis cloud dan kapasitas jaringan berlebih. |
| Eksploitasi Kerentanan Aplikasi | Audit kode sumber, pengujian penetrasi, dan penggunaan WAF (Web Application Firewall). |
Dengan sinergi antara otoritas keamanan nasional dan pakar teknologi, diharapkan bank daerah dapat memperkuat ketahanan siber mereka, melindungi data nasabah, dan menjaga kepercayaan publik dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.