Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan penugasan KRI Canopus 936 untuk mengikuti Ekspedisi Jala Citra, sebuah inisiatif penelitian kelautan yang melibatkan berbagai lembaga akademik dan institusi pemerintah. Penugasan ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pemantauan sumber daya laut serta memperkuat kemampuan operasional Angkatan Laut Republik Indonesia.
KRI Canopus 936, kapal perang kelas korvet dengan tonase sekitar 1.300 ton, dilengkapi dengan laboratorium kelautan, ruang pengolahan data, serta peralatan sonar modern. Kapal ini dipilih karena kemampuan manuvernya yang baik di perairan dangkal serta fasilitas yang mendukung studi ilmiah.
Ekspedisi Jala Citra dijadwalkan berlangsung selama 45 hari, meliputi tiga fase utama:
- Pengumpulan data lingkungan: Pengukuran suhu, salinitas, dan kedalaman laut di zona selat dan perairan tropis Indonesia.
- Survei keanekaragaman hayati: Pendataan spesies ikan, terumbu karang, dan mikroorganisme laut menggunakan kamera bawah air dan jaringan penangkap.
- Analisis sampel dan pelaporan: Pengolahan data di laboratorium kapal, diikuti penyusunan laporan ilmiah untuk pemerintah dan publik.
Tim ekspedisi terdiri dari 45 orang, termasuk perwira Angkatan Laut, peneliti universitas, dan ahli kelautan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Seluruh anggota diwajibkan mengikuti prosedur keselamatan laut yang ketat, termasuk latihan evakuasi dan simulasi operasi penyelamatan.
Tujuan utama Jala Citra mencakup:
- Meningkatkan pemahaman tentang perubahan iklim laut di wilayah Indo-Pasifik.
- Menemukan potensi sumber daya biologis baru untuk pengembangan perikanan berkelanjutan.
- Memberikan data geospasial yang akurat untuk perencanaan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.
Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat kebijakan konservasi laut, mendukung program pembangunan ekonomi biru, serta meningkatkan kesiapan Angkatan Laut dalam operasi militer dan kemanusiaan di laut.
Setelah menyelesaikan misi, KRI Canopus 936 akan kembali ke pangkalan utama di Surabaya untuk melakukan pemeliharaan rutin dan menyampaikan temuan kepada Kementerian Pertahanan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BNPB) sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana maritim.