Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan tekad pemerintah untuk memberikan dukungan nyata bagi pendidikan Muhammadiyah, sebagai salah satu jaringan pendidikan terbesar di Indonesia.
Jaringan Muhammadiyah mengelola lebih dari 2.000 satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, mencakup lebih dari 1,5 juta siswa. Keberadaan institusi ini dianggap strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat dan semangat kebangsaan.
Langkah-langkah konkrit yang dijanjikan
- Peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada metodologi pembelajaran modern dan integrasi nilai keagamaan.
- Penyediaan beasiswa khusus bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di lingkungan Muhammadiyah.
- Penyempurnaan kurikulum nasional dengan menambahkan materi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah Muhammadiyah.
- Penguatan akreditasi melalui pendampingan teknis dan finansial bagi sekolah yang belum memenuhi standar minimal.
- Alokasi anggaran tambahan dalam APBN untuk proyek infrastruktur dan digitalisasi kelas di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Melalui serangkaian kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan indeks kualitas pendidikan Muhammadiyah sebesar 10 poin dalam lima tahun ke depan, sekaligus menurunkan tingkat putus sekolah di wilayah-wilayah yang dikelola oleh jaringan ini.
Prof. Dr. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas. “Pendidikan Muhammadiyah bukan hanya sekadar penyediaan fasilitas, melainkan wadah pembentukan karakter yang siap bersaing di era global,” ujarnya dalam konferensi pers terakhir.
Meski optimisme tinggi, tantangan seperti kesenjangan fasilitas, kebutuhan tenaga pengajar berkualitas, dan adaptasi teknologi masih menjadi fokus utama. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat mengatasi hambatan tersebut, sehingga pendidikan Muhammadiyah dapat menjadi contoh keberhasilan integrasi nilai keagamaan dan kompetensi akademik.