Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Potensi gas metana batu bara (CBM) di Sumatera Selatan kini menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. CBM merupakan sumber energi bersih yang dapat diekstraksi dari lapisan batu bara tanpa harus menambang secara tradisional.
Pemerintah daerah, kementerian energi, perusahaan tambang, serta lembaga riset telah membentuk forum kolaboratif untuk mengoptimalkan pemanfaatan CBM. Tujuan utama kolaborasi ini meliputi peningkatan produksi energi, pengurangan emisi karbon, serta penciptaan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.
Berikut ini adalah beberapa langkah strategis yang telah disepakati:
- Melakukan survei geologi terperinci untuk mengidentifikasi zona dengan konsentrasi CBM tertinggi.
- Mengembangkan teknologi ekstraksi yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan pompa air dan teknik pemulihan tekanan.
- Menyusun regulasi yang mempermudah perizinan sekaligus menjamin keamanan operasional.
- Memberikan insentif fiskal bagi investor yang menanamkan modal pada proyek CBM.
- Mengintegrasikan hasil produksi CBM ke dalam jaringan listrik regional.
Pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi meliputi:
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
- Perusahaan pertambangan nasional dan multinasional
- Universitas dan lembaga penelitian energi
- Lembaga keuangan dan investor swasta
Proyeksi produksi CBM selama lima tahun ke depan menunjukkan peningkatan signifikan, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut:
| Tahun | Produksi CBM (juta m³) |
|---|---|
| 2024 | 120 |
| 2025 | 180 |
| 2026 | 250 |
| 2027 | 340 |
| 2028 | 440 |
Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan Sumatera Selatan dapat menjadi pusat produksi CBM yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor energi bersih ke daerah lain.