Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | KH Marsudi Syuhud, tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyatakan kesiapannya untuk menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar yang akan datang. Dukungan kuat datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah.
Beberapa poin utama yang diusungnya antara lain:
- Mengoptimalkan peran PBNU sebagai wadah dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.
- Memperkuat sinergi antara PBNU, PWNU, dan PCNU dalam program sosial‑kemanusiaan.
- Mendorong pembinaan kader muda yang berorientasi pada kepemimpinan berkarakter.
- Memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kesejahteraan anggota NU.
Dalam pernyataannya, Marsudi juga menegaskan bahwa proses seleksi calon ketua harus transparan dan mengedepankan prinsip keadilan internal organisasi. Ia berharap para kader NU dapat bersatu, menjauhkan diri dari persaingan yang memecah belah, serta bersama-sama mewujudkan visi NU yang inklusif dan progresif.
Jika terpilih, Marsudi berjanji akan menjadikan semangat khidmah sebagai landasan utama kebijakan strategis PBNU, menekankan pelayanan kepada masyarakat luas sebagai wujud nyata ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.