Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Setelah Selat Hormuz kembali terbuka untuk lalu lintas kapal tanker, ketegangan yang sebelumnya menekan pasar energi mulai mereda. Keputusan tersebut memberikan sedikit ruang napas bagi para pelaku pasar, sehingga kontrak berjangka minyak mentah Brent Inggris dan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat mengalami penurunan tipis.
Penurunan harga tidak signifikan, namun cukup mencerminkan harapan akan stabilitas pasokan minyak global. Brent diperkirakan turun sekitar 0,2% menjadi sekitar $84 per barel, sementara WTI mengalami koreksi serupa dengan penurunan sekitar 0,3% menjadi $80 per barel.
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Setelah Koreksi | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Brent | $84,2 | $84,0 | -0,2% |
| WTI | $80,5 | $80,2 | -0,3% |
Para analis menilai bahwa selama selat tersebut tetap aman bagi navigasi, volatilitas harga minyak dapat berkurang secara bertahap. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa faktor geopolitik lain di kawasan Timur Tengah tetap menjadi risiko yang harus dipantau.