Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menggelar pertemuan dengan perwakilan peternak telur di Jakarta pada hari Senin, 8 Juni 2024. Diskusi tersebut bertujuan meninjau dinamika harga telur yang belakangan mengalami fluktuasi signifikan, serta merumuskan langkah konkret untuk menstabilkan pasar.
Dalam rapat tersebut, para peternak menyampaikan tantangan utama yang mereka hadapi, seperti meningkatnya harga jagung dan kedelai sebagai pakan, serta keterbatasan akses ke pasar yang mengakibatkan penumpukan stok di daerah produksi. Mereka juga menyoroti perlunya dukungan kebijakan yang lebih responsif agar produksi telur tetap berkelanjutan.
Berikut rangkuman langkah-langkah yang disepakati antara Bapanas dan asosiasi peternak:
- Pemantauan Harga Real‑time: Penguatan sistem monitoring harga telur di tingkat pasar tradisional, supermarket, dan platform daring untuk mengidentifikasi lonjakan harga secara cepat.
- Subsidi Pakan Ternak: Penyaluran subsidi atau harga khusus untuk pakan jagung, kedelai, dan dedak kepada peternak yang terdaftar, guna menurunkan biaya produksi.
- Peningkatan Distribusi: Koordinasi dengan perusahaan logistik dan koperasi peternak untuk memperlancar aliran telur dari daerah produksi ke konsumen akhir, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
- Stabilisasi Harga Melalui Harga Patokan: Penetapan harga patokan nasional yang menjadi acuan bagi pedagang eceran, dengan mekanisme penyesuaian berkala berdasarkan indeks biaya produksi.
- Peningkatan Kapasitas Peternak: Program pelatihan dan penyuluhan teknis tentang manajemen pakan, biosekuriti, dan teknik pemeliharaan unggas yang efisien.
Andi Amran menegaskan bahwa stabilitas harga telur bukan hanya urusan Bapanas, melainkan memerlukan sinergi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, koperasi, dan sektor swasta. Ia menambahkan bahwa kebijakan yang diambil harus bersifat fleksibel untuk menanggapi kondisi pasar yang dinamis.
Para peternak menyambut positif langkah-langkah tersebut dan berharap implementasinya dapat segera terasa di lapangan, sehingga harga telur kembali terjangkau bagi konsumen dan keuntungan peternak tetap terjaga.