Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk mengembangkan ekowisata berbasis mangrove. Proyek ini bertujuan meningkatkan daya tarik wisata alam sekaligus melestarikan ekosistem pesisir yang vital.
Berbagai langkah strategis direncanakan dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, antara lain:
- Pembangunan jalur edukasi interaktif yang memperkenalkan fungsi ekologis mangrove bagi masyarakat dan wisatawan.
- Peningkatan fasilitas pendukung seperti pusat informasi, tempat istirahat, dan area observasi satwa laut.
- Pelatihan bagi penduduk setempat dalam bidang pemandu wisata, pengelolaan sampah, dan konservasi lingkungan.
- Penyediaan dana hibah untuk usaha mikro yang terkait dengan produk lokal, misalnya kerajinan berbahan baku kayu mangrove dan kuliner berbasis hasil laut.
Rencana kerja mencakup fase awal selama dua tahun, dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah yang bersumber dari alokasi Kemenhut serta kontribusi pemerintah daerah. Selama periode tersebut, target utama meliputi penanaman kembali 10.000 bibit mangrove, peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 30 persen, serta penciptaan lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Keberlanjutan proyek diharapkan dapat memberikan manfaat ganda: memperkuat ketahanan pantai terhadap erosi dan banjir, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui ekowisata yang ramah lingkungan. Masyarakat lokal diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan, sehingga nilai konservasi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.