Setapak Langkah – 10 April 2026 | Jembatan Ciwarunga yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, mengalami kerusakan total pada hari Kamis setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Struktur jembatan runtuh sebagian, menyulitkan mobilitas warga yang biasa melintasi jalan tersebut untuk ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Akibat terputusnya jembatan, rute transportasi utama terhambat, menyebabkan peningkatan waktu tempuh hingga dua kali lipat. Warga melaporkan kesulitan dalam mengirimkan hasil pertanian ke pasar, serta gangguan pada layanan darurat. Beberapa pelaku usaha di sekitar daerah tersebut melaporkan penurunan penjualan karena aliran pelanggan berkurang.
- Kerusakan utama: bagian tengah jembatan ambruk, tiang penopang retak.
- Pengaruh terhadap mobilitas: rute alternatif menambah jarak 5–7 km.
- Dampak ekonomi: penurunan pendapatan pedagang lokal sebesar 30% dalam 2 hari pertama.
Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan survei lokasi. Tim teknis menilai bahwa perbaikan total diperkirakan memerlukan waktu 10–14 hari kerja, tergantung pada kondisi cuaca selanjutnya. Sementara itu, balai desa menyediakan layanan transportasi darurat berupa kendaraan roda empat yang beroperasi pada jam-jam tertentu.
Warga disarankan untuk menggunakan jalur alternatif melalui Desa Cikajang dan menghindari daerah yang rawan longsor. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyeberang secara paksa di area yang belum diperbaiki demi keselamatan.
Langkah selanjutnya meliputi pemasangan papan peringatan, pemulihan struktur penopang, dan pengecatan ulang. Setelah perbaikan selesai, pihak berwenang berencana melakukan inspeksi menyeluruh sebelum membuka kembali akses publik.