Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | PT Jasa Marga, perusahaan BUMN yang mengelola jaringan jalan tol di Indonesia, kembali memulai rangkaian pemeliharaan berkala pada ruas Tol Cipularang (Cikampek‑Purwakarta‑Jakarta) dan Tol Padaleunyi (Padalarang‑Leuwi‑Soreang). Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan untuk memastikan kualitas permukaan jalan, keselamatan pengguna, serta kelancaran arus lalu lintas di kedua koridor penting tersebut.
Pemeliharaan dimulai pada awal minggu ini dan diperkirakan akan berlangsung selama tiga minggu, dengan jadwal pengerjaan yang disesuaikan agar gangguan terhadap kendaraan dapat diminimalkan. Tim Jasa Marga bekerja sama dengan kontraktor lokal, menggunakan peralatan modern seperti mesin pemadat, pemotong aspal, dan sistem penanda jalan sementara.
Berikut beberapa tahapan utama dalam pemeliharaan berkala ini:
- Pemeriksaan struktural: Inspeksi mendalam pada lapisan aspal, fondasi, serta sistem drainase untuk mengidentifikasi retakan atau kerusakan yang membutuhkan perbaikan.
- Perbaikan permukaan: Pengaspalan ulang pada bagian yang mengalami keausan, pemadatan kembali, serta penambalan retakan.
- Pemeliharaan fasilitas pendukung: Perbaikan penerangan, rambu-rambu lalu lintas, serta peralatan keselamatan seperti pembatas jalan dan kamera CCTV.
- Pengelolaan lalu lintas: Penempatan rambu peringatan, pengerjaan jalur alternatif, dan penempatan petugas lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan selama jam sibuk.
Jasa Marga menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan yang ketat. Pengguna tol diimbau untuk memperhatikan rambu peringatan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Manfaat jangka panjang dari pemeliharaan rutin meliputi peningkatan kenyamanan berkendara, pengurangan risiko kecelakaan, serta perpanjangan usia pakai jalan tol. Dengan kondisi infrastruktur yang terjaga, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi regional, terutama dalam distribusi barang dan mobilitas pekerja di wilayah Jawa Barat.
Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dalam setiap proyek, termasuk penggunaan material aspal daur ulang dan pengelolaan limbah konstruksi yang bertanggung jawab.