Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Ibrahim Arief, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibam, kini menjabat sebagai konsultan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Menurut catatan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ia menerima honorarium sebesar Rp 163.000.000 per bulan.
Besaran honorarium tersebut berada pada level yang sama dengan gaji pejabat tinggi pada institusi pemerintahan, sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai standar remunerasi konsultan pemerintah.
| Posisi | Gaji/ Honorarium per Bulan |
|---|---|
| Konsultan (Ibam) | Rp 163.000.000 |
| Pejabat Tinggi (contoh) | Rp 150.000.000 – Rp 200.000.000 |
Berikut beberapa poin penting terkait penunjukan dan remunerasi tersebut:
- Ibam sebelumnya dikenal sebagai tokoh publik dan aktivis yang sering muncul dalam perdebatan kebijakan pendidikan.
- Penunjukan sebagai konsultan dilakukan melalui mekanisme yang tidak dipublikasikan secara luas, sehingga transparansi menjadi sorotan.
- Honorarium konsultan ditentukan berdasarkan perjanjian kerja sama yang mengacu pada standar tertentu, namun detail perhitungannya tidak dijelaskan secara terbuka.
- Beberapa pihak menilai bahwa gaji tersebut dapat menimbulkan persepsi ketidakadilan dibandingkan dengan pegawai negeri sipil yang memiliki golongan dan pangkat lebih rendah.
- Pengamat kebijakan menekankan pentingnya regulasi yang lebih jelas mengenai batas maksimum honorarium konsultan pemerintah.
Reaksi masyarakat beragam, mulai dari kritik tajam hingga dukungan yang menyoroti kompetensi Ibam dalam bidang pendidikan. Sebagian kalangan menilai bahwa remunerasi tinggi dapat menarik profesional berkualitas untuk berkontribusi pada reformasi sektoral, sementara yang lain mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan dana publik.
Kasus ini menambah daftar perdebatan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam penetapan honorarium pejabat non‑pemerintah. Pemerintah diharapkan dapat memperjelas mekanisme penunjukan dan memberikan akses publik terhadap data remunerasi guna menjaga kepercayaan publik.