Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Industri parfum di Indonesia menunjukkan laju pertumbuhan yang mengesankan, diperkirakan akan melampaui pasar ASEAN dan mencapai nilai penjualan sebesar US$ 913 juta pada tahun 2030.
Data terbaru dari Asosiasi Industri Kosmetik dan Kecantikan (AIK) mengungkapkan bahwa nilai pasar parfum domestik meningkat dari sekitar US$ 180 juta pada 2022 menjadi US$ 300 juta pada 2024, mencerminkan pertumbuhan tahunan rata‑rata lebih dari 20 persen.
Beberapa faktor utama yang mendorong percepatan tersebut antara lain:
- Peningkatan daya beli konsumen kelas menengah yang kini lebih menyukai produk beraroma lokal.
- Inovasi formulasi dan desain kemasan yang menyesuaikan selera generasi milenial dan Gen Z.
- Dukungan kebijakan pemerintah melalui program insentif produksi dalam negeri dan perlindungan merek.
- Ekspansi jaringan distribusi, termasuk platform e‑commerce yang memberikan akses pasar lebih luas.
Berikut proyeksi nilai pasar parfum Indonesia hingga 2030 yang dirangkum dalam tabel:
| Tahun | Nilai Pasar (USD juta) |
|---|---|
| 2022 | 180 |
| 2024 | 300 |
| 2026 | 460 |
| 2028 | 700 |
| 2030 | 913 |
Jika dibandingkan dengan rata‑rata pertumbuhan pasar parfum di negara‑negara ASEAN, Indonesia berada di atas rata‑rata regional, yang diperkirakan akan mencapai US$ 1,2 miliar secara kolektif pada 2030. Kelebihan ini didorong oleh kapasitas produksi yang terus meningkat, serta keberhasilan merek lokal dalam menembus pasar internasional melalui ekspor ke negara‑negara tetangga.
Meski prospeknya cerah, industri ini juga menghadapi tantangan, antara lain persaingan ketat dari merek global, kebutuhan akan standar kualitas yang lebih tinggi, serta fluktuasi biaya bahan baku seperti minyak atsiri. Untuk mengatasi hal tersebut, pelaku industri berencana memperkuat riset dan pengembangan (R&D) serta memperluas kolaborasi dengan institusi akademik.
Para analis menyarankan investor untuk mempertimbangkan sektor parfum sebagai peluang investasi jangka panjang, mengingat tren konsumen yang semakin mengutamakan produk lokal berkualitas serta dukungan kebijakan yang mengarah pada pengembangan industri kreatif.