Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Bank Indonesia melalui Gubernur Perry Warjiyo mengumumkan rangkaian tujuh strategi utama yang akan diterapkan sepanjang tahun 2024 untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah‑langkah tersebut dirancang untuk menstabilkan pasar valuta asing, menurunkan tekanan inflasi, serta meningkatkan kepercayaan investor.
- Penyesuaian suku bunga kebijakan: Menyesuaikan tingkat suku bunga acuan guna menyeimbangkan arus keluar‑masuk modal dan mengendalikan inflasi.
- Intervensi pasar valuta asing: Menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi terarah pada saat terjadi volatilitas berlebih.
- Peningkatan cadangan devisa: Memperkuat posisi cadangan devisa melalui diversifikasi aset luar negeri dan penjualan obligasi pemerintah asing.
- Penguatan kebijakan makroprudensial: Menerapkan batasan eksposur risiko pada sektor perbankan serta memperketat aturan pinjaman luar negeri.
- Dorongan investasi asing langsung (FDI): Menyederhanakan prosedur perizinan dan memberikan insentif fiskal untuk menarik aliran modal asing.
- Peningkatan daya saing ekspor: Membantu perusahaan domestik meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah produk ekspor.
- Pengembangan sistem pembayaran digital: Memperluas penggunaan uang elektronik dan infrastruktur pembayaran real‑time untuk mengurangi kebutuhan penukaran fisik.
Dengan menggabungkan ketujuh poin tersebut, Bank Indonesia berharap dapat menahan tekanan depresiasi, menstabilkan inflasi, dan menciptakan iklim ekonomi yang lebih kondusif bagi pertumbuhan jangka panjang.