Setapak Langkah – 01 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada Rabu pagi mengalami penurunan sebesar 2,58 poin, atau sekitar 0,05 persen, menurun ke level 5.640. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar yang agak hati-hati setelah sesi penutupan sebelumnya.
Penurunan kecil ini terjadi di tengah volatilitas global yang dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter bank sentral utama. Investor domestik dan asing tampak menyesuaikan posisi mereka menjelang rilis data inflasi dan keputusan suku bunga yang dijadwalkan pada minggu ini.
- IHSG menutup hari sebelumnya pada 5.642,58 poin.
- Penurunan 2,58 poin menandakan penurunan tipis dibandingkan penurunan pada sesi-sesi sebelumnya.
- Sektor keuangan dan properti menjadi penurun terbesar, sementara sektor konsumer tetap relatif stabil.
Data aliran dana menunjukkan bahwa pada hari Senin, aliran masuk dana asing ke pasar saham Indonesia masih positif, meskipun volume perdagangan menurun. Hal ini memberi sedikit dukungan pada likuiditas pasar, namun tekanan jual masih muncul dari pelaku yang mengantisipasi kebijakan moneter global.
Para analis pasar menilai bahwa IHSG masih berada pada zona support penting di sekitar level 5.600. Jika indeks berhasil menembus level tersebut, potensi penurunan lebih lanjut ke level 5.500 dapat terjadi. Sebaliknya, dukungan kuat dari sektor keuangan dapat membantu indeks kembali ke kisaran 5.650‑5.700.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi internasional serta kebijakan moneter bank sentral, karena faktor-faktor tersebut masih menjadi pendorong utama pergerakan pasar saham Indonesia dalam pekan ini.