Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengumumkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seorang warga yang sebelumnya dicurigai terinfeksi hantavirus ternyata negatif.
Kasus tersebut pertama kali muncul pada awal pekan lalu ketika seorang warga melaporkan gejala demam tinggi, nyeri otot, dan muntah yang mirip dengan infeksi hantavirus. Tim medis segera melakukan isolasi sementara dan mengirim sampel darah ke laboratorium rujukan.
Setelah melalui serangkaian tes serologis dan PCR, laboratorium menyatakan tidak ditemukan adanya virus Hantavirus dalam sampel tersebut. Hasil negatif ini diumumkan pada hari Rabu melalui pernyataan resmi Dinkes Kulon Progo.
Berikut langkah-langkah yang diambil Dinkes selama penanganan kasus ini:
- Pengumpulan data riwayat kesehatan dan riwayat perjalanan korban.
- Isolasi sementara di fasilitas kesehatan setempat.
- Pengambilan sampel darah dan urin untuk pemeriksaan laboratorium.
- Pengujian menggunakan metode serologi dan PCR di laboratorium rujukan.
- Komunikasi hasil kepada publik dan penegasan tidak ada indikasi wabah.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Hadi Supriyadi, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit zoonotik, namun menegaskan bahwa saat ini tidak ada bukti penyebaran hantavirus di wilayah tersebut.
Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, serta melaporkan gejala sakit yang tidak biasa kepada fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan hasil negatif ini, Dinkes menutup kasus tersebut sebagai kasus individual tanpa implikasi epidemiologis lebih luas, namun tetap memantau situasi secara berkelanjutan.