Setapak Langkah – 28 Juli 2026 | Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2024, seiring dengan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Timur Tengah.
Penyebab utama penurunan adalah laporan bahwa kedua belah pihak telah mengurangi intensitas operasi militer di zona konflik, sehingga pasar energi menilai risiko pasokan geopolitik berkurang. Selain itu, data inventaris minyak mentah di Amerika Serikat yang menunjukkan peningkatan persediaan juga memberikan tekanan ke bawah pada harga.
Berikut merupakan perubahan harga utama pada hari tersebut:
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Saat Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| West Texas Intermediate (WTI) | US$84,8 per barrel | US$81,3 per barrel | -US$3,5 |
| Brent Crude | US$88,5 per barrel | US$85,7 per barrel | -US$2,8 |
Penurunan harga ini memberi dampak positif bagi negara‑negara importir, termasuk Indonesia, yang dapat menurunkan biaya impor energi dan menekan inflasi. Namun, produsen minyak di negara‑negara OPEC+ tetap mengawasi situasi, mengingat penurunan harga dapat memengaruhi pendapatan negara‑negara anggota.
Pemerintah Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan perkiraan harga minyak dalam kebijakan subsidi energi dan strategi cadangan strategis nasional. Sementara itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan diplomatik antara AS dan Iran, karena setiap perubahan sikap dapat memicu volatilitas kembali.