Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa warga tidak wajib mengganti kompor untuk dapat beralih menggunakan bahan bakar CNG (Compressed Natural Gas). Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang membahas kebijakan energi rumah tangga.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan:
- Kompor standar LPG dapat dipasangi regulator dan selang khusus CNG.
- Penggantian kompor hanya diperlukan bila peralatan sudah tidak layak pakai atau rusak.
- Biaya konversi adaptor diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan pembelian kompor baru.
ESDM juga menambahkan bahwa penggunaan CNG memiliki keuntungan ekonomi dan lingkungan, antara lain:
| Aspek | Keuntungan |
|---|---|
| Harga | CNG biasanya lebih murah per kilogram dibanding LPG. |
| Emisi | Emisi CO2 dan partikulat lebih rendah, mendukung target pengurangan polusi. |
| Ketersediaan | Jaringan distribusi CNG semakin meluas di kota‑kota besar. |
Pemerintah juga mengimbau konsumen untuk memastikan instalasi dilakukan oleh teknisi bersertifikat, guna menghindari risiko kebocoran atau kegagalan sistem. Edukasi tentang cara mengoperasikan kompor yang telah dimodifikasi akan disosialisasikan melalui media massa dan kanal resmi kementerian.
Dengan kebijakan ini, diharapkan transisi energi rumah tangga ke CNG dapat berlangsung lebih cepat dan terjangkau, sekaligus mendukung agenda diversifikasi sumber energi nasional.