Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan melaporkan bahwa ekspor sawit dari Pelabuhan Pangkalan Bun pada tahun fiskal ini mencapai nilai penerimaan sebesar Rp1,7 triliun.
| Tahun | Volume Ekspor (ton) | Penerimaan (Rp triliun) |
|---|---|---|
| 2022 | ≈ 120.000 | 1,3 |
| 2023 | ≈ 150.000 | 1,7 |
Data di atas menunjukkan kenaikan volume ekspor sebesar sekitar 25 persen dan peningkatan pendapatan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Ekspor sawit utama ditujukan ke negara-negara Asia seperti India, Cina, dan Malaysia.
- Fasilitas pelabuhan yang baru dibangun mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi waktu tunggu kapal.
- DJBC meningkatkan pengawasan untuk memastikan kepatuhan standar kualitas dan keamanan produk.
Masuknya pendapatan sebesar Rp1,7 triliun memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur daerah, termasuk perbaikan jalan, fasilitas kesehatan, dan program pendidikan.
Ke depan, otoritas setempat menargetkan peningkatan volume ekspor hingga 180.000 ton pada tahun 2025 dengan harapan nilai penerimaan dapat melampaui Rp2 triliun.