Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan bahwa perekonomian daerah mengalami pertumbuhan sebesar 5,67 persen pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menandakan percepatan laju pertumbuhan dibandingkan kuartal terakhir 2025 yang tercatat 4,92 persen.
Lonjakan tersebut didorong oleh beberapa sektor unggulan, antara lain pertambangan, perkebunan, serta sektor perdagangan dan jasa. Pada kuartal I, kontribusi sektor pertambangan mencapai 2,31 persen terhadap total pertumbuhan, sementara sektor perkebunan menyumbang 1,84 persen. Sektor perdagangan dan jasa menambah 1,22 persen.
| Sektor | Kontribusi Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| Pertambangan | 2,31 |
| Perkebunan | 1,84 |
| Perdagangan & Jasa | 1,22 |
Selain pertumbuhan real, DJPb juga mencatat peningkatan penerimaan daerah yang dipengaruhi oleh kebijakan fiskal yang lebih ketat serta peningkatan kepatuhan pajak. Penerimaan pajak daerah pada kuartal I 2026 naik 8,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, berkat program optimalisasi administrasi perpajakan dan peningkatan basis wajib pajak.
Pejabat DJPb menekankan pentingnya mempertahankan momentum ini dengan memperkuat investasi infrastruktur, memperluas basis industri kreatif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah provinsi juga berencana meluncurkan program insentif bagi investor yang menanamkan modal di sektor-sektor strategis, terutama yang berpotensi meningkatkan nilai tambah daerah.
Dengan pertumbuhan yang stabil dan peningkatan penerimaan fiskal, Kalimantan Selatan diharapkan dapat memperkuat posisi ekonominya pada paruh kedua tahun 2026, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan berkelanjutan.