Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Surya Vandiantara, dosen ekonomi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, menolak anggapan bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto menjadi pemicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini. Menurutnya, penurunan tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kondisi pasar global yang sedang tidak stabil.
Vandiantara menjelaskan bahwa beberapa elemen utama yang menekan pasar saham Indonesia meliputi:
- Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat yang berdampak pada arus modal internasional.
- Penurunan harga komoditas utama seperti batu bara dan kelapa sawit, yang berkontribusi pada penurunan ekuitas sektor energi dan agrikultur.
- Penguatan mata uang dolar AS yang meningkatkan biaya impor dan menurunkan profitabilitas perusahaan yang bertransaksi dalam mata uang asing.
- Kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat konflik geopolitik.
Ia menambahkan bahwa meski pidato Presiden Prabowo menekankan komitmen pemerintah dalam meningkatkan investasi dan stabilitas ekonomi, dampak langsung dari kata‑kata tersebut belum dapat terukur dalam pergerakan indeks saham dalam jangka pendek.
Berikut rangkuman pergerakan IHSG dalam tiga hari terakhir dibandingkan dengan faktor‑faktor yang disebutkan:
| Tanggal | Penutupan IHSG | Perubahan (%) | Faktor Dominan |
|---|---|---|---|
| 3 Jul 2026 | 6.800 | -0,45 | Penguatan dolar AS |
| 4 Jul 2026 | 6.775 | -0,37 | Penurunan harga batu bara |
| 5 Jul 2026 | 6.760 | -0,22 | Kekhawatiran geopolitik |
Dengan demikian, Vandiantara menegaskan bahwa atribusi penurunan IHSG semata‑mata kepada pidato presiden merupakan simplifikasi berlebihan. Ia menyarankan pelaku pasar dan publik untuk lebih fokus pada indikator makroekonomi serta dinamika pasar global dalam menilai pergerakan indeks.