Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Seorang ekonom terkemuka, Celios, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada tahun 2027 tidak masuk akal. Menurutnya, beberapa tantangan struktural menghambat pencapaian angka tersebut.
Faktor-faktor Penghambat
- Tekanan inflasi yang masih tinggi menurunkan daya beli masyarakat dan menambah beban biaya produksi.
- Kelemahan nilai tukar rupiah yang terus berfluktuasi memperburuk biaya impor serta meningkatkan beban hutang luar negeri.
- Belanja negara yang terbatas akibat defisit anggaran membuat pemerintah sulit menyalurkan stimulus fiskal yang signifikan.
Analisis Dampak Terhadap Target
Jika ketiga faktor di atas tidak dapat diatasi, pencapaian pertumbuhan 6% dapat menjadi sangat ambisius. Inflasi yang belum terkendali dapat memaksa Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga, yang pada gilirannya menurunkan investasi. Sementara nilai tukar yang lemah menambah biaya produksi, khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor.
Selain itu, keterbatasan anggaran pemerintah mengurangi ruang bagi program-program infrastruktur besar yang biasanya menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang. Tanpa stimulus fiskal yang memadai, sektor riil berpotensi melambat.
Rekomendasi Ekonom
Celios menyarankan pemerintah untuk meninjau kembali target pertumbuhan dan fokus pada stabilisasi inflasi serta memperkuat nilai tukar. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan efisiensi belanja negara, misalnya melalui prioritas pada proyek infrastruktur yang memberikan nilai tambah tinggi.
Dengan langkah-langkah tersebut, target pertumbuhan yang lebih realistis dapat ditetapkan, menghindari ekspektasi berlebih yang dapat menimbulkan kekecewaan di pasar.