Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Baru-baru ini, delegasi dari China dan negara-negara anggota ASEAN menggelar pertemuan yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam pelestarian serta pewarisan warisan budaya. Pertemuan ini dipimpin oleh pejabat kementerian kebudayaan China bersama perwakilan kementerian kebudayaan dan pariwisata ASEAN.
Dalam forum tersebut, kedua belah pihak menyoroti pentingnya melestarikan situs-situs bersejarah, seperti gua-gua seni di Dunhuang, China, dan kompleks candi Angkor di Kamboja, yang menjadi simbol identitas budaya masing‑masing. Wartawan Keo Piseth dari Kamboja mengekspresikan kegembiraannya melihat upaya kolaboratif yang dapat menghubungkan warisan Asia Timur dengan Asia Tenggara.
Berbagai inisiatif konkret dibahas, antara lain:
- Pembentukan jaringan digital untuk mendokumentasikan artefak dan lukisan dinding secara tiga dimensi, sehingga dapat diakses oleh peneliti dan publik secara online.
- Program pertukaran ahli konservasi, di mana tim konservasi China akan melatih staf museum dan situs budaya ASEAN dalam teknik restorasi modern.
- Penyusunan kurikulum pendidikan budaya bersama, yang akan dimasukkan ke dalam program sekolah menengah di negara‑negara ASEAN.
- Pengembangan rute wisata tematik yang menghubungkan situs-situs warisan dunia di China dan ASEAN, dengan fokus pada pengalaman edukatif bagi wisatawan.
Selain itu, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman dengan UNESCO untuk mendukung proyek pelestarian yang berkelanjutan, termasuk pendanaan bersama dan pemantauan berkala.
Harapan utama dari kolaborasi ini adalah menciptakan model pelestarian yang dapat direplikasi oleh wilayah lain di dunia, serta meningkatkan kesadaran publik tentang nilai penting warisan budaya dalam membangun identitas regional yang inklusif.