Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa program transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan dan operasional perusahaan milik negara.
- Laba Bersih: naik 15% menjadi Rp 45 triliun.
- Dividen: meningkat 12% menjadi Rp 20 triliun.
- Rasio Efisiensi Biaya (Cost-to-Income Ratio): turun dari 38% menjadi 34%.
Transformasi yang digalakkan mencakup tiga pilar utama: restrukturisasi kepemilikan, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan tata kelola. Program digitalisasi, misalnya, telah mengintegrasikan sistem ERP di lebih dari 70 persen entitas BUMN, mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi waktu proses administratif hingga 30 persen.
Selain itu, langkah konsolidasi aset dan penggabungan unit usaha strategis menghasilkan sinergi yang diproyeksikan dapat menambah nilai tambah sekitar Rp 10 triliun dalam jangka menengah. Oskaria menekankan bahwa sinergi ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperkuat posisi kompetitif BUMN di pasar domestik dan internasional.
Dalam rangka memastikan keberlanjutan hasil transformasi, BP BUMN bersama Danantara akan melanjutkan pemantauan berkala dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Fokus ke depan meliputi penguatan budaya inovasi, pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi digital, serta penerapan standar ESG (Environmental, Social, Governance) untuk meningkatkan daya tarik investasi.
Penilaian positif ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan investor dan publik terhadap peran strategis BUMN dalam perekonomian nasional, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia.