Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Dalam upaya memperkuat daya saing sektor logistik nasional, pemerintah melalui PT Danantara Asset Management (DAM) mengumumkan rencana penggabungan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang logistik menjadi satu entitas terpadu yang dinamai Danantara.
Penggabungan ini melibatkan BUMN yang sebelumnya beroperasi secara terpisah, antara lain PT Pos Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, serta PT Jasa Marga (Persero) yang memiliki unit logistik. Dengan mengintegrasikan aset, jaringan, dan sistem operasi, Danantara bertujuan menciptakan ekosistem logistik yang lebih terkoordinasi, digital, dan responsif terhadap kebutuhan industri serta perdagangan internasional.
Tujuan Strategis Penggabungan
- Meningkatkan efisiensi operasional melalui eliminasi duplikasi fungsi dan pemanfaatan skala ekonomi.
- Mendorong transformasi digital dengan pengembangan platform teknologi terpadu untuk pelacakan, manajemen gudang, dan optimasi rute.
- Memperkuat jaringan distribusi di seluruh kepulauan, termasuk wilayah terpencil, demi mempercepat arus barang.
- Meningkatkan kualitas layanan bagi eksportir dan importir, sejalan dengan target pemerintah untuk memperbesar nilai ekspor non‑migas.
- Menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta mengoptimalkan penggunaan dana publik.
Pernyataan Senior Director Corporate Strategy
Aurelius Altius Rosimin, Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management, menjelaskan bahwa “penggabungan tujuh BUMN logistik merupakan langkah strategis untuk mengatasi fragmentasi rantai pasok yang selama ini menghambat produktivitas. Dengan satu payung, kami dapat mengintegrasikan data, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan menurunkan biaya operasional secara signifikan.”
Manfaat yang Diharapkan
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Biaya | Pengurangan biaya operasional hingga 15‑20% melalui konsolidasi fasilitas dan sumber daya. |
| Layanan | Peningkatan kecepatan pengiriman rata‑rata 10‑15% berkat optimasi rute dan penggunaan teknologi IoT. |
| Digitalisasi | Penerapan sistem ERP terpadu yang menghubungkan semua unit logistik dalam satu dashboard real‑time. |
| Investasi | Peningkatan daya tarik investasi asing dengan struktur yang lebih transparan dan terstandarisasi. |
Selain itu, Danantara akan berperan sebagai fasilitator bagi perusahaan swasta dalam mengakses layanan logistik publik, sehingga tercipta sinergi antara sektor publik dan swasta.
Langkah Selanjutnya
- Penyusunan rencana integrasi operasional dan teknologi yang detail.
- Pengajuan persetujuan akhir kepada Kementerian BUMN dan regulator terkait.
- Pelaksanaan migrasi data dan sistem selama kuartal pertama 2025.
- Peluncuran layanan terintegrasi Danantara dijadwalkan pada akhir 2025.
Jika berhasil, model integrasi ini dapat menjadi contoh bagi sektor BUMN lainnya dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.